Swot Analysis Of Seseorang

6276 Words26 Pages
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pagi yang cerah, namun tidak bisa menyembunyikan beceknya tanah akibat derasnya hujan semalam di Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Tentu saja, tidak akan menyurutkan persiapan penyambutan Kedubes Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik yang berkunjung meninjau kegiatan REDD+ pada 6 Maret 2013. Seseorang yang bekerja di kantor kepala desa, sebut saja Pak Angga terlihat sibuk menempelkan beberapa poster di dinding Rumah Betang Buntoi, tempat diadakan pertemuan. Ada enam poster yang ditempelkan di dinding, masing-masing poster memiliki logo yang sama seperti logo Kerajaan Norwegia, Pemerintahan Kalimantan Tengah, Satgas REDD+, UNORCID, UNDP, UNESCO, Bit, dan UNOPS. Delapan logo inilah kiranya…show more content…
Dalam konteks global wacana kebijakan REDD+ berkaitan erat dengan perhitungan karbon secara matematis dan arah kebijakan hutan seperti yang telah diterangkan oleh Hadad (2010) mengenai perubahan suhu bumi dan implikasinya dan Laporan CEJI tentang utang ekologis negara utara terhadap negara selatan serta buku Peet, Robbins dan Watts (2010) dengan 19 kumpulan tulisan mengenai kepengarutan lingkungan adalam narasi global. Di tingkat regional Gupta mencoba melacak REDD+ dalam hubungan Glocal (Global-Lokal) di empat negara. Sementara itu di tingkat nasional, Silalahi dan Santosa (2011) serta Gawing (2010) telah melakukan analisis kebijakan antara tata kelola kehutanan dan hubungannya dengan REDD+. Selain itu kedua laporan tersebut menunjukkan kekhawatiran atas distribusi yang adil bagi tata kelola REDD+ khususnya di Indonesia. Di tingkat provinsi, Astuti mengkritisi REDD+ sebagai rezim tata kelola yang dipengaruhi, diatur oleh banyak aktor. Respon terhadap program REDD+ di tingkat lokal pun beragam, seperti yang telah diteliti oleh Christy, Ismanto, dan Utama (2013). Ada yang menolak ada pula yang bermanuver menggunakan REDD+ sebagai peluang mendapatkan…show more content…
Pemanfaatan alokasi waktu diserahkan sepenuhnya kepada peneliti. Satu bulan pertama, saya bersama dua teman penelitian (Laras dan Elna) menghabiskan waktu di Palangkaraya. Kami mewawancarai staf Sekber REDD+ Kalteng, pejabat pemerintah berwenang juga Gubernur Kalimantan Tengah, LSM seperti Teropong, WWF, Yayasan Cakrawala Indonesia, Pokker SHK, AMAN, IFACS USAID serta berusaha mengikuti seminar apa pun yang berkaitan dengan REDD+ baik yang diadakan pemerintah maupun LSM. Seringkali kami kami berkumpul di cafe Coffee Toffee di Jalan Diponogoro Palangkaraya untuk mendiskusikan temuan informasi ataupun sekedar komentar “nyinyir” atas royalnya pertemuan-pertemuan REDD+ dibumi tambun bungai ini.Hasilnya tidak begitu mengecewakan, kami mulai bisa “memetakan REDD+ di Kalimantan” mulai dari mengklasifikasikan wujud program REDD+ dan lokasinya, pihak-pihak yang berkepentingan seperti LSM dan Pemerintah, serta mengumpulkan produk-produk hukum daerah terkait

More about Swot Analysis Of Seseorang

Open Document